Bismillaahirrahmaanirrahiim
HAKIKAT DOA
HUBUNGAN KEDEKATAN ALLAH SWT. DENGAN PENGABULAN
DOA & MALAIKAT-MALAIKAT
PENCATAT
AMAL
Bab I
Oleh
Ki Langlang Buana Kusuma
|
D
|
alam Al-Quran
Allah Swt. mengemukakan ayat-ayat
berkenaan dengan doa dan pengabulannya, firman-Nya kepada Nabi
Besar Muhammad saw.:
وَ اِذَا سَاَلَکَ
عِبَادِیۡ عَنِّیۡ فَاِنِّیۡ قَرِیۡبٌ ؕ اُجِیۡبُ دَعۡوَۃَ
الدَّاعِ اِذَا دَعَانِ ۙ فَلۡیَسۡتَجِیۡبُوۡا لِیۡ وَ لۡیُؤۡمِنُوۡا بِیۡ لَعَلَّہُمۡ
یَرۡشُدُوۡنَ ﴿﴾
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepada engkau
mengenai Aku فَاِنِّیۡ قَرِیۡبٌ -- maka sesungguhnya Aku dekat.
اُجِیۡبُ دَعۡوَۃَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِ -- Aku mengabulkan doa-doa orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku, فَلۡیَسۡتَجِیۡبُوۡا لِیۡ وَ لۡیُؤۡمِنُوۡا بِیۡ لَعَلَّہُمۡ یَرۡشُدُوۡنَ -- karena itu hendaklah mereka menyambut seruan-Ku dan beriman kepada-Ku supaya mereka mendapat petunjuk. (Al-Baqarah [2]:187).
Kedekatan Allah Swt. Dengan Manusia
Dalam ayat tersebut Allah Swt. sebelum menyebut “pengabulan doa” diawali dengan
menjelaskan “posisi” Allah Swt., yaitu bahwa Allah Swt. itu dekat – bahkan sangat dekat dan lebih dekat
daripada urat leher manusia terhadap
dirinya (QS.11:62; QS.34:51; QS.50:17
-- firman-Nya:
وَ لَقَدۡ
خَلَقۡنَا الۡاِنۡسَانَ وَ نَعۡلَمُ مَا تُوَسۡوِسُ بِہٖ نَفۡسُہٗ ۚۖ وَ نَحۡنُ اَقۡرَبُ اِلَیۡہِ مِنۡ
حَبۡلِ الۡوَرِیۡدِ ﴿﴾ اِذۡ یَتَلَقَّی الۡمُتَلَقِّیٰنِ عَنِ الۡیَمِیۡنِ وَ
عَنِ الشِّمَالِ قَعِیۡدٌ ﴿﴾ مَا یَلۡفِظُ
مِنۡ قَوۡلٍ اِلَّا لَدَیۡہِ رَقِیۡبٌ
عَتِیۡدٌ ﴿﴾ وَ جَآءَتۡ سَکۡرَۃُ
الۡمَوۡتِ بِالۡحَقِّ ؕ ذٰلِکَ مَا کُنۡتَ مِنۡہُ تَحِیۡدُ ﴿﴾ وَ نُفِخَ فِی الصُّوۡرِ ؕ ذٰلِکَ یَوۡمُ الۡوَعِیۡدِ
﴿﴾ وَ جَآءَتۡ کُلُّ نَفۡسٍ مَّعَہَا سَآئِقٌ وَّ
شَہِیۡدٌ ﴿﴾ لَقَدۡ کُنۡتَ فِیۡ غَفۡلَۃٍ مِّنۡ ہٰذَا فَکَشَفۡنَا عَنۡکَ غِطَآءَکَ
فَبَصَرُکَ الۡیَوۡمَ حَدِیۡدٌ ﴿﴾ وَ قَالَ قَرِیۡنُہٗ
ہٰذَا مَا لَدَیَّ عَتِیۡدٌ ﴿ؕ﴾
Dan sungguh
Kami benar-benar telah
menciptakan manusia وَ نَعۡلَمُ مَا تُوَسۡوِسُ بِہٖ
نَفۡسُہ
-- dan Kami
mengetahui apa yang dibisikkan oleh jiwanya kepadanya, وَ نَحۡنُ اَقۡرَبُ اِلَیۡہِ مِنۡ
حَبۡلِ الۡوَرِیۡدِ -- dan Kami
lebih dekat kepadanya daripada urat
lehernya. اِذۡ یَتَلَقَّی
الۡمُتَلَقِّیٰنِ عَنِ الۡیَمِیۡنِ وَ عَنِ الشِّمَالِ قَعِیۡدٌ -- Ketika
kedua malaikat pencatat mencatat duduk di sebelah kanan dan di sebelah
kirinya. مَا یَلۡفِظُ مِنۡ قَوۡلٍ اِلَّا
لَدَیۡہِ رَقِیۡبٌ عَتِیۡدٌ -- Ia tidak
mengucapkan sepatah kata pun melainkan di
dekatnya sudah siap pengawas. وَ جَآءَتۡ
سَکۡرَۃُ الۡمَوۡتِ بِالۡحَقِّ -- Dan sakratulmaut pasti akan datang, ذٰلِکَ مَا کُنۡتَ مِنۡہُ تَحِیۡدُ
-- itulah apa yang engkau
selalu menghindar darinya. وَ نُفِخَ فِی الصُّوۡرِ ؕ ذٰلِکَ یَوۡمُ
الۡوَعِیۡدِ -- Dan nafiri akan ditiup, itulah Hari
azab yang dijanjikan. وَ جَآءَتۡ کُلُّ
نَفۡسٍ مَّعَہَا سَآئِقٌ وَّ شَہِیۡدٌ
-- Dan datang
setiap jiwa besertanya ada malaikat
penggiring dan malaikat pemberi kesaksian. لَقَدۡ کُنۡتَ فِیۡ
غَفۡلَۃٍ مِّنۡ ہٰذَا -- Kami
berfirman: “Sungguh dahulu
engkau benar-benar lalai me-ngenai hari
ini, فَکَشَفۡنَا عَنۡکَ غِطَآءَکَ فَبَصَرُکَ الۡیَوۡمَ حَدِیۡدٌ -- maka Kami
singkapkan dari engkau tabir engkau maka pada hari ini penglihatan engkau sangat tajam.” َ قَالَ
قَرِیۡنُہٗ ہٰذَا مَا لَدَیَّ عَتِیۡدٌ -- Dan teman
yang menyertainya berkata: “Inilah yang tersedia padaku catatan
amal engkau.” (Qāf [50]:17-24).
Jadi,
“posisi” Allah Swt. terhadap manusia itu bukan sekedar “sangat dekat” tetapi juga “mencatat”
semua aktifitas hati , pikiran,
perkataan serta
perbuatan manusia, yang akan
menjadi penyebab manusia setelah
mati di alam akhirat masuk surga
atau masuk neraka, karena Allah Swt.
telah menetapkan bahwa tujuan utama
diciptakan manusia yakni untuk beribadah
kepada-Nya (QS.51:57) dalam rangka melanjutkan kehidupan di alam akhirat
guna mempertanggungjawabkan kehidupan yang telah dijalaninya di dunia ini
(QS.102:1-9).
Dua Malaikat Pencatat Amal &
Alat Perekam Aktifitas
Menurut beberapa ahli
tafsir, malaikat yang duduk di sebelah kanan manusia mencatat amal baiknya dan malaikat yang ada di sebelah kirinya mencatat amal buruknya. Perkataan “di sebelah
kanan” menunjuk kepada amal baik
dan “di sebelah kiri” kepada amal
buruknya.
Tiap perbuatan
dan perkataan yang diucapkan meninggalkan bekasnya di udara dan dengan demikian tetap tersimpan.
Di tempat lain dalam Al-Quran (QS.24:25, QS.36:66; QS.41:20-24) dinyatakan bahwa anggota tubuh manusia – lengan, kaki dan
lidahnya – akan menjadi saksi
terhadap dirinya pada Hari Peradilan.
Oleh karena itu berbagai-bagai tubuh manusia
juga akan menjadi “pencatat- pencatat”
seperti disinggung dalam ayat ini sebagai malaikat-malaikat
pencatat, firman-Nya:
اَلۡیَوۡمَ نَخۡتِمُ عَلٰۤی اَفۡوَاہِہِمۡ
وَ تُکَلِّمُنَاۤ اَیۡدِیۡہِمۡ وَ تَشۡہَدُ اَرۡجُلُہُمۡ بِمَا کَانُوۡا
یَکۡسِبُوۡنَ
Pada hari
ini Kami akan memeterai mulut mereka,
sedangkan tangan
mereka akan berbicara kepada Kami, dan kaki
mereka akan bersaksi mengenai apa yang dahulu mereka usahakan. (Yā Sīn
[36]:66). Lihat pula QS.17:37; QS.24:25; QS.41:21-23.
Bila
kejahatan-kejahatan orang-orang kafir
telah dibuktikan dan dinyatakan
senyata-nyatanya, mereka akan bungkam
— mulutnya seolah-olah termeterai (disegel)
dan mereka tidak akan mampu menyatakan sesuatu guna membela diri dan memperkecil
dosa mereka, dan tangan serta kaki mereka pun akan memberikan persaksian terhadap mereka, karena
tangan dan kaki merupakan alat utama
guna melaksanakan perbuatan manusia
yang baik maupun yang buruk.
Ucapan dan gerak gerik seseorang sekarang
dapat direproduksi dengan persis oleh
alat perekam (tape-recorder) dan pada
layar televisi dari jarak bermil-mil jauhnya. Itulah sebabnya mengapa lidah dan anggota-anggota tubuh manusia bahkan di alam dunia ini pun telah menjadi saksi
bagi atau terhadap dia. Firman-Nya lagi:
یَّوۡمَ تَشۡہَدُ عَلَیۡہِمۡ اَلۡسِنَتُہُمۡ وَ
اَیۡدِیۡہِمۡ وَ اَرۡجُلُہُمۡ
بِمَا کَانُوۡا یَعۡمَلُوۡنَ ﴿﴾ یَوۡمَئِذٍ
یُّوَفِّیۡہِمُ اللّٰہُ دِیۡنَہُمُ
الۡحَقَّ وَ یَعۡلَمُوۡنَ اَنَّ اللّٰہَ
ہُوَ الۡحَقُّ الۡمُبِیۡنُ ﴿﴾
Pada hari ketika lidah
mereka, dan tangan mereka dan kaki mereka akan menjadi saksi atas mereka mengenai apa yang senantiasa mereka kerjakan. Pada hari itu Allah akan menyempurnakan
kepada mereka ganjaran mereka yang sebenarnya, dan mereka akan mengetahui bahwa
sesungguhnya Allah Dia-lah Kebenaran yang nyata.
(An-Nūr [24]:25-26).
Penyelidikan ilmiah mutakhir telah membuktikan kebenaran ayat ini. Alat-alat
ilmiah telah diciptakan yang apabila alat
tersebut diletakkan pada suatu tempat
dapat merekam percakapan
seseorang, dan bahkan dapat mencatat
suara gerakan-gerakan tangan, kaki, dan aktifitas anggota-anggota tubuh lainnya.
Alat-alat perekam ini telah sangat menolong polisi menangkap pencuri-pencuri
dan penjahat-penjahat lain dan membuktikan
kejahatan mereka. Jadi dengan bantuan alat-alat ini lidah, tangan, dan kaki seseorang penjahat seolah-olah
dijadikan pemberi kesaksian terhadap
dirinya sendiri.
Ilmu pengetahuan telah pula
membuktikan kenyataan bahwa tiap-tiap
kata yang diucapkan atau gerakan
ataupun perbuatan meninggalkan bekasnya di udara. Menurut Al-Quran bekas-bekas
semacam itu di akhirat akan diberi bentuk benda, dan dengan demikian
kaki dan tangan orang yang melakukan perbuatan
baik atau buruk akan memberikan kesaksian yang memberatkan
atau sebaliknya menguntungkan si pelaku itu, firman-Nya:
اِنَّا نَحۡنُ نُحۡیِ الۡمَوۡتٰی وَ نَکۡتُبُ مَا قَدَّمُوۡا وَ اٰثَارَہُمۡ
ؕؑ وَ کُلَّ شَیۡءٍ اَحۡصَیۡنٰہُ
فِیۡۤ اِمَامٍ مُّبِیۡنٍ ﴿٪﴾
Sesungguhnya
Kami menghidupkan yang telah mati وَ نَکۡتُبُ مَا قَدَّمُوۡا وَ
اٰثَارَہُمۡ -- dan Kami mencatat apa yang telah
mereka dahulukan serta bekas-bekas
mereka, وَ کُلَّ شَیۡءٍ اَحۡصَیۡنٰہُ
فِیۡۤ اِمَامٍ مُّبِیۡنٍ -- dan segala sesuatu Kami menghitungnya
dalam Kitab yang nyata (Yā
Sīn [36]:13).
Mencatat Aktifitas Hati (Jiwa)
Bahkan Allah Swt. pun akan
meminta pertanggungjawaban aktifitas hati
dan otak manusia, firman-Nya:
وَ لَا تَقۡفُ مَا لَیۡسَ لَکَ بِہٖ عِلۡمٌ ؕ اِنَّ السَّمۡعَ وَ الۡبَصَرَ
وَ الۡفُؤَادَ کُلُّ اُولٰٓئِکَ کَانَ عَنۡہُ
مَسۡـُٔوۡلًا﴿﴾
Dan
janganlah engkau mengikuti apa yang
terhadapnya engkau tidak memiliki
pengetahuan, اِنَّ السَّمۡعَ وَ الۡبَصَرَ وَ الۡفُؤَادَ کُلُّ
اُولٰٓئِکَ کَانَ عَنۡہُ مَسۡـُٔوۡلًا -- sesungguhnya telinga, mata dan hati,
semuanya akan ditanya mengenai itu (Bani
Israil [17]:37).
Ayat ini mengikis habis sampai ke akar-akarnya semua sumber kecurigaan, yang menurut urutan alami adalah “telinga”,
“mata”, dan “hati”. Telinga merupakan saluran pertama informasi yang
melaluinya sebagian besar kecurigaan
masuk ke dalam pikiran orang.
Sebagian besar kecurigaan adalah
disebabkan oleh laporan-laporan tidak
berdasar yang didengar oleh seseorang
mengenai orang lain.
Sumber (saluran) kedua informasi ialah penglihatan.
Seseorang melihat orang lain berbuat
sesuatu, dan memberinya penafsiran
yang salah, dan terbawa pikirannya untuk mencurigai maksud-maksud dan niat-niat
orang yang melakukan perbuatan itu.
Kecurigaan terakhir dan yang paling rendah ialah yang seseorang menaruh curiga terhadap orang lain,
bukan sebagai akibat suatu laporan buruk yang mungkin telah ia dengar, dan bukan pula diakibatkan oleh suatu perbuatan buruk,
yang boleh jadi ia sendiri lihat orang
itu melakukannya, melainkan oleh karena didorong
khayalannya sendiri yang tidak sehat.
Jadi bukan hanya jiwa dan harta kekayaan manusia saja yang dinyatakan suci dan tidak boleh dilanggar (seperti telah disinggung dalam ayat yang
mendahuluinya), tetapi kehormatan manusia
mempunyai nilai kudus, dan serangan terhadap kehormatan manusia pun harus pula dipertanggung-jawabkan kelak: اِنَّ السَّمۡعَ وَ الۡبَصَرَ وَ
الۡفُؤَادَ کُلُّ اُولٰٓئِکَ کَانَ عَنۡہُ
مَسۡـُٔوۡلًا
-- sesungguhnya telinga, mata dan hati,
semuanya akan ditanya mengenai itu.”
Kesaksian Tubuh Manusia
Terhadap Perbuatannya
Sehubungan pencatatan segala aktifitas fisik dan jiwa (ruh) manusia tersebut oleh para malaikat pencatat amal Allah Swt. berfirman secara khusus mengenai musuh-musuh Allah Swt. dan Rasul-Nya:
وَ یَوۡمَ
یُحۡشَرُ اَعۡدَآءُ اللّٰہِ اِلَی النَّارِ فَہُمۡ یُوۡزَعُوۡنَ ﴿﴾ حَتّٰۤی اِذَا
مَا جَآءُوۡہَا شَہِدَ عَلَیۡہِمۡ سَمۡعُہُمۡ وَ اَبۡصَارُہُمۡ وَ جُلُوۡدُہُمۡ
بِمَا کَانُوۡا یَعۡمَلُوۡنَ ﴿﴾ وَ قَالُوۡا
لِجُلُوۡدِہِمۡ لِمَ شَہِدۡتُّمۡ عَلَیۡنَا ؕ قَالُوۡۤا اَنۡطَقَنَا
اللّٰہُ الَّذِیۡۤ اَنۡطَقَ کُلَّ شَیۡءٍ وَّ ہُوَ
خَلَقَکُمۡ اَوَّلَ مَرَّۃٍ وَّ اِلَیۡہِ تُرۡجَعُوۡنَ﴿﴾ وَ مَا کُنۡتُمۡ تَسۡتَتِرُوۡنَ اَنۡ یَّشۡہَدَ
عَلَیۡکُمۡ سَمۡعُکُمۡ وَ لَاۤ
اَبۡصَارُکُمۡ وَ لَا جُلُوۡدُکُمۡ وَ لٰکِنۡ ظَنَنۡتُمۡ اَنَّ اللّٰہَ
لَا یَعۡلَمُ کَثِیۡرًا مِّمَّا تَعۡمَلُوۡنَ ﴿﴾ وَ ذٰلِکُمۡ ظَنُّکُمُ الَّذِیۡ ظَنَنۡتُمۡ
بِرَبِّکُمۡ اَرۡدٰىکُمۡ فَاَصۡبَحۡتُمۡ مِّنَ الۡخٰسِرِیۡنَ ﴿﴾ فَاِنۡ یَّصۡبِرُوۡا فَالنَّارُ مَثۡوًی لَّہُمۡ ۚ
وَ اِنۡ یَّسۡتَعۡتِبُوۡا فَمَا ہُمۡ
مِّنَ الۡمُعۡتَبِیۡنَ ﴿﴾ وَ قَیَّضۡنَا
لَہُمۡ قُرَنَآءَ فَزَیَّنُوۡا لَہُمۡ مَّا بَیۡنَ اَیۡدِیۡہِمۡ وَ مَا خَلۡفَہُمۡ وَ حَقَّ
عَلَیۡہِمُ الۡقَوۡلُ فِیۡۤ اُمَمٍ قَدۡ خَلَتۡ مِنۡ قَبۡلِہِمۡ مِّنَ
الۡجِنِّ وَ الۡاِنۡسِ ۚ اِنَّہُمۡ کَانُوۡا خٰسِرِیۡنَ ﴿٪﴾
Dan ingatlah
hari ketika musuh-musuh
Allah dihimpun kepada Api, lalu mereka
akan dibagi dalam kelompok-kelompok. حَتّٰۤی
اِذَا مَا جَآءُوۡہَا شَہِدَ عَلَیۡہِمۡ سَمۡعُہُمۡ وَ اَبۡصَارُہُمۡ وَ
جُلُوۡدُہُمۡ بِمَا کَانُوۡا یَعۡمَلُوۡنَ -- Hingga apabila mereka sampai kepadanya telinga
mereka, dan mata mereka, dan kulit
mereka menjadi saksi atas mereka mengenai apa
yang selalu mereka kerjakan. وَ قَالُوۡا لِجُلُوۡدِہِمۡ لِمَ شَہِدۡتُّمۡ عَلَیۡنَا -- Dan
mereka berkata kepada kulit mereka: ”Mengapa kamu memberi kesaksian terhadap kami?” قَالُوۡۤا
اَنۡطَقَنَا اللّٰہُ الَّذِیۡۤ اَنۡطَقَ کُلَّ شَیۡءٍ وَّ ہُوَ
خَلَقَکُمۡ اَوَّلَ مَرَّۃٍ وَّ اِلَیۡہِ تُرۡجَعُوۡنَ -- Kulit mereka
akan menjawab: ”Allah-lah Yang telah
membuat kami berbicara seperti Dia
telah membuat berbicara segala sesuatu, dan Dia-lah Yang pertama kali telah menciptakan kamu dan kepada Dia-lah kamu dikembalikan. وَ مَا کُنۡتُمۡ
تَسۡتَتِرُوۡنَ اَنۡ یَّشۡہَدَ عَلَیۡکُمۡ سَمۡعُکُمۡ وَ لَاۤ اَبۡصَارُکُمۡ وَ لَا جُلُوۡدُکُمۡ -- Dan kamu
sekali-kali tidak dapat bersembunyi bahwa telinga
kamu, dan tidak pula mata kamu, dan tidak pula kulit kamu, وَ لٰکِنۡ
ظَنَنۡتُمۡ اَنَّ اللّٰہَ لَا یَعۡلَمُ
کَثِیۡرًا مِّمَّا تَعۡمَلُوۡنَ -- tetapi kamu
menyangka bahwa Allah tidak
mengetahui kebanyakan dari apa yang
kamu kerjakan. وَ ذٰلِکُمۡ
ظَنُّکُمُ الَّذِیۡ ظَنَنۡتُمۡ بِرَبِّکُمۡ اَرۡدٰىکُمۡ فَاَصۡبَحۡتُمۡ مِّنَ
الۡخٰسِرِیۡنَ -- Dan itulah
sangkaanmu yang kamu sangkakan
kepada Rabb (Tuhan) kamu yang telah membinasakan kamu maka
jadilah kamu termasuk orang-orang yang rugi.” فَاِنۡ یَّصۡبِرُوۡا فَالنَّارُ مَثۡوًی
لَّہُمۡ ۚ -- Lalu jika
mereka bersabar maka Api tempat-tinggal bagi mereka, وَ اِنۡ یَّسۡتَعۡتِبُوۡا فَمَا ہُمۡ مِّنَ
الۡمُعۡتَبِیۡنَ -- dan
jika mereka mengemukakan alasan maka sekali-kali
mereka tidak ter-masuk orang-orang yang diterima alasan-alasannya.
وَ قَیَّضۡنَا
لَہُمۡ قُرَنَآءَ فَزَیَّنُوۡا لَہُمۡ مَّا بَیۡنَ اَیۡدِیۡہِمۡ وَ مَا خَلۡفَہُمۡ -- Dan Kami menetapkan bagi mereka teman-teman yang menampakkan indah bagi
mereka apa yang ada di hadapan mereka
dan apa yang di belakang mereka وَ حَقَّ عَلَیۡہِمُ الۡقَوۡلُ فِیۡۤ اُمَمٍ قَدۡ خَلَتۡ مِنۡ قَبۡلِہِمۡ مِّنَ
الۡجِنِّ وَ الۡاِنۡسِ ۚ -- dan genaplah
atas mereka firman Allah di
kalangan umat-umat yang telah berlalu
sebelum mereka dari jin dan ins (manusia), اِنَّہُمۡ کَانُوۡا
خٰسِرِیۡنَ -- sesungguhnya mereka itu orang-orang yang rugi.
(Hā
Mīm – As-Sajdah [41]:20-26).
Tiga Macam Kesaksian & Segala Sesuatu di Alam Semesta Menjadi Saksi Allah Swt.
Makna
ayat: حَتّٰۤی
اِذَا مَا جَآءُوۡہَا شَہِدَ عَلَیۡہِمۡ سَمۡعُہُمۡ وَ اَبۡصَارُہُمۡ وَ
جُلُوۡدُہُمۡ بِمَا کَانُوۡا یَعۡمَلُوۡنَ -- Hingga apabila mereka sampai
kepadanya telinga
mereka, dan mata mereka, dan kulit
mereka menjadi saksi atas mereka mengenai apa
yang selalu mereka kerjakan”, bahwa mata dan telinga orang-orang berdosa
akan menjadi saksi terhadap orang-orang ingkar dengan tiga jalan:
(1) Akibat-akibat buruk perbuatan mereka akan mengambil bentuk fisik.
(2) Anggota-anggota tubuh mereka sendiri rusak akibat penyalahgunaan,
keadaan demikian menjadi saksi
terhadap mereka,
(3) Segala gerak-gerik
anggota-anggota badan mereka yang diabadikan
akan diperlihatkan pada Hari Kiamat.
Hakikat
dialog penghuni neraka dengan kulit mereka dalam ayat: وَ قَالُوۡا لِجُلُوۡدِہِمۡ لِمَ شَہِدۡتُّمۡ عَلَیۡنَا -- Dan
mereka berkata kepada kulit mereka: ”Mengapa kamu memberi kesaksian terhadap kami?” قَالُوۡۤا
اَنۡطَقَنَا اللّٰہُ الَّذِیۡۤ اَنۡطَقَ کُلَّ شَیۡءٍ وَّ ہُوَ
خَلَقَکُمۡ اَوَّلَ مَرَّۃٍ وَّ اِلَیۡہِ تُرۡجَعُوۡنَ -- Kulit mereka
akan menjawab: ”Allah-lah Yang telah
membuat kami berbicara seperti Dia
telah membuat berbicara segala sesuatu, dan Dia-lah Yang pertama kali telah menciptakan kamu dan kepada Dia-lah kamu dikembalikan.”
Kulit memainkan peranan paling penting
dalam perbuatan-perbuatan manusia.
Kulit bukan saja mencakup indera peraba,
melainkan juga semua indera lainnya.
Kalau dosa mata dan telinga terbatas pada penglihatan dan pendengaran saja maka dosa-dosa
”kulit” meluas ke segala anggota
atau bagian tubuh lainnya.
Dari ucapan
kulit: قَالُوۡۤا اَنۡطَقَنَا اللّٰہُ -- Kulit mereka
akan menjawab: ”Allah-lah Yang telah
membuat kami berbicara الَّذِیۡۤ
اَنۡطَقَ کُلَّ شَیۡءٍ -- seperti Dia
telah membuat berbicara segala sesuatu,” membuktikan bahwa seluruh bagian alam semesta mulai dari partikel
yang paling kecil sampai benda-benda
yang paling besar di alam semesta ini
pada hakikatnya merupakan malaikat-malaikat pemberi kesaksian
yang berkhidmat kepada Allah
Swt.
Hubungan Dosa Dengan Ketiadaan Iman &
Kawan yang Buruk
Sesungguhnya
segala dosa merupakan akibat kekurangan iman yang hidup kepada Allah
Swt., itulah makna ucapan “kulit”
selanjutnya: وَ ذٰلِکُمۡ ظَنُّکُمُ الَّذِیۡ ظَنَنۡتُمۡ بِرَبِّکُمۡ اَرۡدٰىکُمۡ
فَاَصۡبَحۡتُمۡ مِّنَ الۡخٰسِرِیۡنَ -- Dan itulah sangkaanmu yang kamu sangkakan kepada Rabb (Tuhan) kamu
yang telah membinasakan kamu maka jadilah
kamu termasuk orang-orang yang rugi.”
Ayat selanjutnya menjelaskan bahwa keburukan
orang-orang kafir itu begitu busuk dan menjijikan sehingga mereka tidak akan dianugerahi atau dikembalikan
ke dalam haribaan karunia Ilahi; atau
artinya ialah orang-orang ingkar malahan tidak
akan diizinkan mendekati 'atabah (ambang pintu) 'Arasy
Ilahi untuk memohon kasih-Nya.
Itulah makna ayat: فَاِنۡ یَّصۡبِرُوۡا
فَالنَّارُ مَثۡوًی لَّہُمۡ ۚ -- Lalu
jika mereka bersabar maka Api
tempat-tinggal bagi mereka, وَ
اِنۡ یَّسۡتَعۡتِبُوۡا فَمَا ہُمۡ مِّنَ الۡمُعۡتَبِیۡنَ -- dan jika mereka mengemukakan alasan maka sekali-kali
mereka tidak ter-masuk orang-orang yang diterima alasan-alasannya.”
Makna ayat:
وَ قَیَّضۡنَا لَہُمۡ قُرَنَآءَ فَزَیَّنُوۡا لَہُمۡ مَّا بَیۡنَ اَیۡدِیۡہِمۡ وَ مَا خَلۡفَہُمۡ -- Dan Kami menetapkan bagi mereka teman-teman yang menampakkan indah bagi
mereka apa yang ada di hadapan mereka
dan apa yang di belakang mereka” bahwa kawan-kawan
buruk orang-orang kafir mengagumi
dan memuji perbuatan-perbuatan buruk mereka,
dengan demikian membuat perbuatan-perbuatan
buruk itu bagi mereka nampak terpuji, sebagaimana dilakukan syaitan dan “manusia-manusia syaitan” dalam membantu orang-orang
kafir melakukan penentangan
terhadap rasul Allah, firman-Nya:
وَ اِذۡ زَیَّنَ لَہُمُ الشَّیۡطٰنُ اَعۡمَالَہُمۡ وَ قَالَ لَا غَالِبَ
لَکُمُ الۡیَوۡمَ مِنَ
النَّاسِ وَ اِنِّیۡ جَارٌ
لَّکُمۡ ۚ فَلَمَّا
تَرَآءَتِ الۡفِئَتٰنِ نَکَصَ
عَلٰی عَقِبَیۡہِ وَ قَالَ اِنِّیۡ بَرِیۡٓءٌ مِّنۡکُمۡ اِنِّیۡۤ اَرٰی مَا لَا تَرَوۡنَ اِنِّیۡۤ اَخَافُ اللّٰہَ ؕ وَ اللّٰہُ شَدِیۡدُ
الۡعِقَابِ ﴿٪﴾
Dan ingatlah
ketika syaitan menampakkan indah kepada mereka amal-amal mereka dan berkata: ”Tidak seorang pun di antara manusia yang dapat mengalahkan kamu
pada hari ini, dan sesungguhnya aku pelindung kamu.” Tetapi tatkala kedua
pasukan itu berhadapan satu sama lain, ia berbalik atas tumitnya
sambil berkata: “Sesungguhnya aku
berlepas diri dari kamu, sesungguhnya aku
melihat apa yang tidak kamu lihat, sesungguhnya aku takut kepada Allah dan siksaan
Allah sangat keras. (Al-Anfāl [8]:49).
Kemudian
mengenai tipu-daya dan kedustaan “janji-janji” syaitan
dan “manusia-manusis syaitan”
seperti itu Allah Swt. berfirman:
وَ
قَالَ الشَّیۡطٰنُ لَمَّا قُضِیَ
الۡاَمۡرُ اِنَّ اللّٰہَ وَعَدَکُمۡ وَعۡدَ الۡحَقِّ وَ وَعَدۡتُّکُمۡ فَاَخۡلَفۡتُکُمۡ
ؕ وَ مَا کَانَ لِیَ عَلَیۡکُمۡ مِّنۡ سُلۡطٰنٍ
اِلَّاۤ اَنۡ دَعَوۡتُکُمۡ
فَاسۡتَجَبۡتُمۡ لِیۡ ۚ فَلَا تَلُوۡمُوۡنِیۡ وَ لُوۡمُوۡۤا اَنۡفُسَکُمۡ ؕ مَاۤ اَنَا بِمُصۡرِخِکُمۡ وَ مَاۤ اَنۡتُمۡ بِمُصۡرِخِیَّ ؕ اِنِّیۡ کَفَرۡتُ
بِمَاۤ اَشۡرَکۡتُمُوۡنِ مِنۡ قَبۡلُ ؕ اِنَّ الظّٰلِمِیۡنَ لَہُمۡ عَذَابٌ اَلِیۡمٌ ﴿﴾
Dan tatkala perkara itu telah diputuskan, syaitan
berkata: “Sesungguhnya Allah telah
menjanjikan kepada kamu suatu janji
yang benar, dan aku pun menjanjikan
kepada kamu tetapi aku telah menyalahinya,
dan aku se-kali-kali tidak memiliki
kekuasaan apa pun atas kamu, melainkan aku
telah mengajakmu lalu kamu telah
mengabulkan ajakanku. Karena itu janganlah kamu mengecamku tetapi kecamlah diri kamu sendiri. Aku sama sekali tidak dapat menolong kamu dan kamu
pun sama sekali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku telah mengingkari apa yang kamu persekutukan denganku
sebelumnya, sesungguhnya orang-orang
yang zalim itu bagi mereka ada azab
yang pedih.” (Ibrahim [14]:23).
Sekutu-sekutu
yang buruk seperti itu kelak
akan memperoleh porsi hukuman,
bersama orang-orang yang terpedaya
dan tertipu oleh mereka.
Kata-kata ”apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka,”
dapat berarti perbuatan-perbuatan yang dilakukan mereka meniru perbuatan-perbuatan buruk bapak-bapak mereka.
Malaikat-malaikat Pencatat Amal
Jadi, kembali kepada firman-Nya mengenai “dekatnya” posisi Allah Swt. kepada manusia dan keberadaan
“dua malaikat pencatat amal”
dalam firman-Nya:
وَ لَقَدۡ
خَلَقۡنَا الۡاِنۡسَانَ وَ نَعۡلَمُ مَا تُوَسۡوِسُ بِہٖ نَفۡسُہٗ ۚۖ وَ نَحۡنُ اَقۡرَبُ اِلَیۡہِ مِنۡ
حَبۡلِ الۡوَرِیۡدِ ﴿﴾ اِذۡ یَتَلَقَّی الۡمُتَلَقِّیٰنِ عَنِ الۡیَمِیۡنِ وَ
عَنِ الشِّمَالِ قَعِیۡدٌ ﴿﴾ مَا یَلۡفِظُ
مِنۡ قَوۡلٍ اِلَّا لَدَیۡہِ رَقِیۡبٌ
عَتِیۡدٌ ﴿﴾ وَ جَآءَتۡ سَکۡرَۃُ الۡمَوۡتِ بِالۡحَقِّ ؕ ذٰلِکَ مَا کُنۡتَ
مِنۡہُ تَحِیۡدُ ﴿﴾ وَ نُفِخَ فِی الصُّوۡرِ ؕ ذٰلِکَ یَوۡمُ الۡوَعِیۡدِ
﴿﴾ وَ جَآءَتۡ کُلُّ نَفۡسٍ مَّعَہَا سَآئِقٌ وَّ
شَہِیۡدٌ ﴿﴾ لَقَدۡ کُنۡتَ فِیۡ غَفۡلَۃٍ مِّنۡ ہٰذَا فَکَشَفۡنَا عَنۡکَ غِطَآءَکَ
فَبَصَرُکَ الۡیَوۡمَ حَدِیۡدٌ ﴿﴾ وَ قَالَ قَرِیۡنُہٗ
ہٰذَا مَا لَدَیَّ عَتِیۡدٌ ﴿ؕ﴾
Dan sungguh
Kami benar-benar telah
menciptakan manusia وَ نَعۡلَمُ مَا تُوَسۡوِسُ بِہٖ
نَفۡسُہ
-- dan Kami
mengetahui apa yang dibisikkan oleh jiwanya kepadanya, وَ نَحۡنُ اَقۡرَبُ اِلَیۡہِ مِنۡ
حَبۡلِ الۡوَرِیۡدِ -- dan Kami
lebih dekat kepadanya daripada urat
lehernya. اِذۡ یَتَلَقَّی
الۡمُتَلَقِّیٰنِ عَنِ الۡیَمِیۡنِ وَ عَنِ الشِّمَالِ قَعِیۡدٌ -- Ketika
kedua malaikat pencatat mencatat duduk di sebelah kanan dan di sebelah
kirinya. مَا یَلۡفِظُ مِنۡ قَوۡلٍ اِلَّا
لَدَیۡہِ رَقِیۡبٌ عَتِیۡدٌ -- Ia tidak
mengucapkan sepatah kata pun melainkan di
dekatnya sudah siap pengawas. وَ جَآءَتۡ
سَکۡرَۃُ الۡمَوۡتِ بِالۡحَقِّ -- Dan sakratulmaut pasti akan datang, ذٰلِکَ مَا کُنۡتَ مِنۡہُ تَحِیۡدُ
-- itulah apa yang engkau
selalu menghindar darinya. وَ نُفِخَ فِی الصُّوۡرِ ؕ ذٰلِکَ یَوۡمُ
الۡوَعِیۡدِ -- Dan nafiri akan ditiup, itulah Hari
azab yang dijanjikan. وَ جَآءَتۡ کُلُّ
نَفۡسٍ مَّعَہَا سَآئِقٌ وَّ شَہِیۡدٌ
-- Dan datang
setiap jiwa besertanya ada malaikat
penggiring dan malaikat pemberi kesaksian. لَقَدۡ کُنۡتَ فِیۡ
غَفۡلَۃٍ مِّنۡ ہٰذَا -- Kami
berfirman: “Sungguh dahulu
engkau benar-benar lalai me-ngenai hari
ini, فَکَشَفۡنَا عَنۡکَ غِطَآءَکَ فَبَصَرُکَ الۡیَوۡمَ حَدِیۡدٌ -- maka Kami
singkapkan dari engkau tabir engkau maka pada hari ini penglihatan engkau sangat tajam.” َ قَالَ
قَرِیۡنُہٗ ہٰذَا مَا لَدَیَّ عَتِیۡدٌ -- Dan teman
yang menyertainya berkata: “Inilah yang tersedia padaku catatan
amal engkau.” (Qāf [50]:17-24).
Sa’iq dalam ayat وَ جَآءَتۡ کُلُّ نَفۡسٍ مَّعَہَا
سَآئِقٌ وَّ شَہِیۡدٌ -- “Dan datang setiap jiwa
besertanya ada malaikat penggiring dan malaikat pemberi kesaksian”, boleh jadi malaikat yang
duduk di sebelah kiri manusia dan
mencatat amal buruknya dan sebagai hukuman atas amal buruk itu, akan menggiring orang itu ke neraka.
Syahid boleh jadi malaikat yang duduk di sebelah kanan dan mencatat
perbuatan baiknya dan akan menjadi saksi
baginya. Atau, kedua kata itu secara kiasan
masing-masing dapat menyatakan anggota
tubuh dan kemampuan manusia yang disalahgunakan, serta anggota tubuh dan kemampuan manusia yang digunakan
dengan baik dan setepat-tepatnya.
(Bersambung)
Rujukan: The Holy Quran
Editor: Malik Ghulam Farid
oo0oo
Pajajaran
Anyar, 18 Juli 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar