Selasa, 23 Agustus 2016

"Janji" Allah Swt. Kepada Nabi Ibrahim a.s. dan Keturunannya yang Bertakwa & Misi Ajaran "Pemaafan" Nabi Isa Ibnu Maryam Menggenapi "Hukum Pembalasan" Dalam Taurat





Bismillaahirrahmaanirrahiim


 HAKIKAT DOA

Bab 29


JANJI ALLAH SWT. KEPADA NABI IBRAHIM A.S. DAN KETURUNANNYA YANG BERTAKWA & MISI AJARAN PEMAAFAN NABI ISA IBNU MARYAM A.S. MENGGENAPI  HUKUM PEMBALASAN DALAM TAURAT   


 Oleh

Ki Langlang Buana Kusuma

D
alam akhir Bab 28  telah dijelaskan  ajaran” Paulus yang   kemudian menggantikan ajaran Nabi Isa Ibnu Maryam a.s.  dan mengenai peristiwa peringatan penghancuran kedua kali Bait Allah di Yerusalem  oleh Titus.   Dengan demikian jelaslah bahwa  merebaknya ajaran Paulus  -- yang disebut ajaran Kristen -- sama sekali tidak ada kaitannya dengan pemenuhan  janji Allah Swt. kepada Nabi Ibrahim a.s.  dan seluruh keturunannya  -- baik dari kalangan Bani Israil mau pun dari kalangan Bani Isma’il   --  melainkan hubungannya dengan peringatan Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. (Yesus Kristus) berkenaan kemunculan para Mesias palsu, sebagaimana keterangan berikut ini:
Bait Allah akan diruntuhkan
Sesudah itu Yesus keluar dari Bait Allah, lalu pergi. Maka datanglah murid-murid-Nya dan menunjuk kepada bangunan-bangunan Bait Allah.  Ia berkata kepada mereka: "Kamu melihat semuanya itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak satu batupun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain;  semuanya akan diruntuhkan."
Permulaan penderitaan
Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun,   datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu   dan tanda kesudahan dunia?"   Jawab Yesus  kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!   Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.   Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.   Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan.  Akan ada kelaparan  dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.   Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa,  dan kamu akan dibunuh    dan akan dibenci   semua bangsa oleh karena nama-Ku,     dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.   Banyak nabi palsu   akan muncul  dan menyesatkan banyak orang.    Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan , maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.   Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.   Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya" (Matius 24:1-14).

Kemunculan Mesias-Mesias Palsu

      Betapa jelaslah peringatan Yesus Kristus (Nabi Isa Ibnu Maryam a.s.) kepada para pengikutnya mengenai akan  maraknya kemunculan  Mesias-Mesias palsu yang akan menyelewengkan ajaran beliau dan menyelewengkanperistiwa penyaliban” yang beliau alami  dan merupakan “makar  tandingan” Allah Swt. yang menggelincirkan orang-orang yang berhati  bengkok:
Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu   dan tanda kesudahan dunia?"   Jawab Yesus  kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!   Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang. (Matius 24:3-5).
     Lebih jauh  Injil Matius menjelaskan mengenai peristiwa penghancuran tempat ibadah  di Yerusalem yang kedua kali  oleh Titus dari kerajaan Romawi dan mengenai merebaknya kedatangan Mesias-Mesias palsu:
Siksaan yang berat dan Mesias-Mesias palsu
"Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji    berdiri di tempat kudus,   menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel  -- para pembaca hendaklah memperhatikannya--   maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.   Orang yang sedang di peranginan di atas rumah    janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya,   dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya.   Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi  pada masa itu.   Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat.   Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.    Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan  waktu itu akan dipersingkat. Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya.   Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat,  sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.  Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu.   Jadi, apabila orang berkata kepadamu: Lihat, Ia ada di padang gurun, janganlah kamu pergi ke situ; atau: Lihat, Ia ada di dalam bilik, janganlah kamu percaya. Sebab sama seperti kilat    memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan  Anak Manusia.   Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun. " (Matius 24:15-28).

Peringatan Untuk Umat Islam

         Mengenai  dua kali penghancuran  kota Yerusalem   akibat kutukan Nabi Daud a.s. dan Nabi Isa Ibnu Maryam a.s.  tersebut Allah Swt. berfirman:
وَ قَضَیۡنَاۤ  اِلٰی بَنِیۡۤ  اِسۡرَآءِیۡلَ فِی الۡکِتٰبِ لَتُفۡسِدُنَّ فِی الۡاَرۡضِ مَرَّتَیۡنِ  وَ لَتَعۡلُنَّ  عُلُوًّا کَبِیۡرًا ﴿﴾     فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ اُوۡلٰىہُمَا بَعَثۡنَا عَلَیۡکُمۡ  عِبَادًا  لَّنَاۤ   اُولِیۡ  بَاۡسٍ  شَدِیۡدٍ فَجَاسُوۡا خِلٰلَ الدِّیَارِ ؕ وَ کَانَ وَعۡدًا  مَّفۡعُوۡلًا ﴿﴾  ثُمَّ رَدَدۡنَا لَکُمُ الۡکَرَّۃَ عَلَیۡہِمۡ وَ اَمۡدَدۡنٰکُمۡ بِاَمۡوَالٍ وَّ بَنِیۡنَ وَ جَعَلۡنٰکُمۡ  اَکۡثَرَ  نَفِیۡرًا ﴿﴾  اِنۡ اَحۡسَنۡتُمۡ اَحۡسَنۡتُمۡ لِاَنۡفُسِکُمۡ ۟ وَ اِنۡ اَسَاۡتُمۡ فَلَہَا ؕ فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ الۡاٰخِرَۃِ  لِیَسُوۡٓءٗا  وُجُوۡہَکُمۡ وَ لِیَدۡخُلُوا الۡمَسۡجِدَ کَمَا دَخَلُوۡہُ  اَوَّلَ مَرَّۃٍ  وَّ  لِیُتَبِّرُوۡا مَا عَلَوۡا تَتۡبِیۡرًا ﴿﴾  عَسٰی رَبُّکُمۡ اَنۡ یَّرۡحَمَکُمۡ ۚ وَ اِنۡ عُدۡتُّمۡ عُدۡنَا ۘ وَ جَعَلۡنَا جَہَنَّمَ لِلۡکٰفِرِیۡنَ  حَصِیۡرًا ﴿﴾
Dan   telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu: “Niscaya  kamu akan melakukan kerusakan di muka bumi ini dua kali,  dan niscaya kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang sangat besar.”    فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ اُوۡلٰىہُمَا بَعَثۡنَا عَلَیۡکُمۡ  عِبَادًا  لَّنَاۤ   اُولِیۡ  بَاۡسٍ  شَدِیۡدٍ فَجَاسُوۡا خِلٰلَ الدِّیَارِ ؕ وَ کَانَ وَعۡدًا  مَّفۡعُوۡلًا  -- Apabila datang saat sempurnanya janji yang pertama  dari kedua janji itu,  Kami membangkitkan untuk menghadapimu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan tempur yang dahsyat, dan mereka menerobos jauh ke dalam rumah-rumah, dan itu merupakan suatu janji yang pasti terlaksanaثُمَّ رَدَدۡنَا لَکُمُ الۡکَرَّۃَ عَلَیۡہِمۡ وَ اَمۡدَدۡنٰکُمۡ بِاَمۡوَالٍ وَّ بَنِیۡنَ وَ جَعَلۡنٰکُمۡ  اَکۡثَرَ  نَفِیۡرًا  -- Kemudian Kami mengembalikan lagi kepada kamu kekuatan untuk melawan mereka, dan Kami membantu kamu dengan harta dan anak-anak, dan  Kami menjadikan kelompok kamu lebih besar  dari sebelumnya.  اِنۡ اَحۡسَنۡتُمۡ اَحۡسَنۡتُمۡ لِاَنۡفُسِکُمۡ     --   Jika kamu berbuat ihsan, kamu berbuat ihsan  bagi dirimu sendiri, dan jika kamu berbuat buruk  maka itu untuk dirimu sendiri. فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ الۡاٰخِرَۃِ  لِیَسُوۡٓءٗا  وُجُوۡہَکُمۡ وَ لِیَدۡخُلُوا الۡمَسۡجِدَ  --  Lalu bila datang saat sempurnanya janji yang kedua itu Kami membangkitkan lagi hamba-hamba Kami yang lain supaya mereka mendatangkan kesusahan kepada pemimpin-pemimpin kamu وَ لِیَدۡخُلُوا الۡمَسۡجِدَ کَمَا دَخَلُوۡہُ  اَوَّلَ مَرَّۃٍ  وَّ  لِیُتَبِّرُوۡا مَا عَلَوۡا تَتۡبِیۡرًا   --  dan supaya mereka memasuki masjid seperti pernah mereka memasukinya pada kali pertama, dan supaya mereka menghancurluluhkan segala yang telah mereka kuasai.  عَسٰی رَبُّکُمۡ اَنۡ یَّرۡحَمَکُمۡ ۚ وَ اِنۡ عُدۡتُّمۡ عُدۡنَا ۘ وَ جَعَلۡنَا جَہَنَّمَ لِلۡکٰفِرِیۡنَ  حَصِیۡرًا   -- Boleh jadi kini Rabb (Tuhan)  kamu akan menaruh kasihan kepadamu, tetapi jika kamu kembali kepada perbu-atan buruk, Kami pun akan kembali menimpakan hukuman  وَ اِنۡ عُدۡتُّمۡ عُدۡنَا ۘ وَ جَعَلۡنَا جَہَنَّمَ لِلۡکٰفِرِیۡنَ  حَصِیۡرًا  -- dan ingatlah,     Kami telah jadikan Jahannam  penjara bagi orang-orang kafir  (Bani Israil [17]:5-9).
       Pemuatan peristiwa dua kali penghancuran Yerusalem tersebut dalam Al-Quran adalah sebagai peringatan dan nubuatan  untuk umat Islam (Bani Isma’il)  yang merupakan “saudara Bani Israil,” namun sayang dalam kenyataannya umat Islam tidak  mengambil pelajaran  dari dua kali hukuman Allah Swt. yang menimpa Bani Israil tersebut, sehingga umat Islam pun harus mengalami kenyataan pahit yang sama dengan Bani Israil.
       Umat Islam tidak memperoleh faedah dari peringatan yang tepat pada waktunya itu, serta tidak meninggalkan cara-cara yang buruk   mereka    --  dalam masa kemuncuran selama 1000 tahun setelah mereka mengalami masa kejayaan yang pertama selama 3 abad (QS.32:6)    -- karena itu telah dihukum Allah Swt.  dua kali.
   Hukuman menimpa mereka ketika kota Baghdad jatuh pada tahun 1258 M. Pasukan-pasukan Hulaku Khan     -- yang adalah cucu Jenghis Khan pemimpin besar bangsa Mongol dan Tartar  -- yang  biadab itu sama sekali memusnahkan pusat ilmu pengetahuan dan kekuasaan umat  Islam  yang agung itu, dan konon kabarnya 1.800.000 orang Islam telah terbunuh pada ketika itu.
    Tetapi dari malapetaka yang mengerikan itu akhirnya Islam keluar sebagai pemenang, dan mereka yang menaklukkan menjadi yang ditaklukkan. Cucu Hulaku Khan bersama-sama sejumlah besar orang Moghul dan Tartar memeluk agama Islam.  Ada pun hukuman Allah Swt. yang kedua telah ditakdirkan  menimpa umat Islam di Akhir Zaman ini melalui merajalelanya bangsa-bangsa Kristen dari barat yang disebut Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog – QS.18:95-102; QS.21:96-98).

Pemenuhan Janji Allah Swt. kepada Nabi Ibrahim a.s. &  Menolak Pernyataan  Paulus Mengenai Pembatalan Janji Allah Swt. dengan Nabi Ibrahim a.s.

     Dengan demikian jelaslah bahwa  dua kali pengusiran Bani Israil dari “negeri yang dijanjikan” (Kanaan/Palestina) tersebut  sangat erat hubungannya dengan pemenuhan janji Allah Swt. kepada Nabi Ibrahim a.s. mengenai pengangkatan beliau sebagai imam bagi manusia, dan juga mengenai  keturunan  Nabi Ibrahim a.s. yang durhaka dimana  janji Allah Swt. kepada Nabi Ibrahim a.s. tidak berlaku bagi mereka,  firman-Nya:
وَ اِذِ ابۡتَلٰۤی  اِبۡرٰہٖمَ  رَبُّہٗ بِکَلِمٰتٍ   فَاَتَمَّہُنَّ ؕ قَالَ اِنِّیۡ جَاعِلُکَ لِلنَّاسِ  اِمَامًا ؕ قَالَ وَ مِنۡ ذُرِّیَّتِیۡ ؕ قَالَ لَا یَنَالُ عَہۡدِی الظّٰلِمِیۡنَ﴿﴾
Dan ingatlah ketika Ibrahim diuji  oleh Rabb-nya (Tuhan-nya) dengan beberapa perintah  maka dilaksanakannya sepenuhnya. Dia berfirman: “Sesungguhnya  Aku akan  menjadikan engkau imam bagi manusia.” قَالَ وَ مِنۡ ذُرِّیَّتِیۡ  -- Ia, Ibrahim,  berkata: “Dan jadikanlah juga imam dari  keturunanku. قَالَ لَا یَنَالُ عَہۡدِی الظّٰلِمِیۡنَ  -- Dia berfirman: “Janji-Ku tidak mencapai yakni tidak berlaku bagi orang-orang zalim.” (Al-Baqarah [2]:125).   
Jawaban Allah Swt. terhadap permintaan Nabi Ibrahim a.s. dalam ayat: قَالَ وَ مِنۡ ذُرِّیَّتِیۡ   -- “Ia, Ibrahim,  berkata: “Dan jadikanlah juga imam dari  keturunanku.  قَالَ لَا یَنَالُ عَہۡدِی الظّٰلِمِیۡنَ  -- Dia berfirman: “Janji-Ku tidak mencapai yakni tidak berlaku bagi orang-orang zalim.”
     Dengan  kalimat lain jawaban Allah Swt. adalah: “Ya, janji-Ku kepada engkau Ibrahim, berlaku juga bagi keturunan engkau yang bertakwa, sedang bagi keturunan engkau yang tidak bertakwa janji-Ku tidak berlaku.”
    Kenyataan tersebut menolak  pernyataan Paulus dalam surat-surat kirimannya mengenai “janji khusus untuk Yesus Kristus” antara lain dalam Galatia 3:15-29 Paulus menulis:
Hukum Taurat atau janji
Saudara-saudara, baiklah kupergunakan suatu contoh dari hidup sehari-hari. Suatu wasiat yang telah disahkan, sekalipun ia dari manusia, tidak dapat dibatalkan atau ditambahi oleh seorangpun. Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan "kepada keturunan-keturunannya" seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: "dan kepada keturunanmu", yaitu Kristus. Maksudku ialah: Janji yang sebelumnya telah disahkan Allah, tidak dapat dibatalkan oleh hukum Taurat, yang baru terbit empat ratus tiga puluh tahun kemudian, sehingga janji itu hilang kekuatannya. Sebab, jikalau apa yang ditentukan Allah berasal dari hukum Taurat, ia tidak berasal dari janji; tetapi justru oleh janjilah Allah telah menganugerahkan kasih karunia-Nya kepada Abraham. Kalau demikian, apakah maksudnya hukum Taurat? Ia ditambahkan oleh karena pelanggaran-pelanggaran -- sampai datang keturunan yang dimaksud oleh janji itu -- dan ia disampaikan dengan perantaraan malaikat-malaikat ke dalam tangan seorang pengantara. Seorang pengantara bukan hanya mewakili satu orang saja, sedangkan Allah adalah satu. Kalau demikian, bertentangankah hukum Taurat dengan janji-janji Allah? Sekali-kali tidak. Sebab andaikata hukum Taurat diberikan sebagai sesuatu yang dapat menghidupkan, maka memang kebenaran berasal dari hukum Taurat. Tetapi Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya oleh karena iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya. Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan. Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman. Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun. Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus. Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.  (Galatia 3:15-29).

Penjelasan Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. MengenaI Misi Kerasulan Beliau di Lingkungan Bani Israil

(2) Selanjutnya   Paulus menulis mengenai posisi sementara  hukum Taurat  dan posisi abadi  keimanan kepada kematian terkutuk Yesus Kristus di tiang salib:
Maksudku ialah: Janji yang sebelumnya telah disahkan Allah, tidak dapat dibatalkan oleh hukum Taurat, yang baru terbit empat ratus tiga puluh tahun kemudian, sehingga janji itu hilang kekuatannya. Sebab, jikalau apa yang ditentukan Allah berasal dari hukum Taurat, ia tidak berasal dari janji; tetapi justru oleh janjilah Allah telah menganugerahkan kasih karunia-Nya kepada Abraham. Kalau demikian, apakah maksudnya hukum Taurat? Ia ditambahkan oleh karena pelanggaran-pelanggaran -- sampai datang keturunan yang dimaksud oleh janji itu -- dan ia disampaikan dengan perantaraan malaikat-malaikat ke dalam tangan seorang pengantara. Seorang pengantara bukan hanya mewakili satu orang saja, sedangkan Allah adalah satu. Kalau demikian, bertentangankah hukum Taurat dengan janji-janji Allah? Sekali-kali tidak. Sebab andaikata hukum Taurat diberikan sebagai sesuatu yang dapat menghidupkan, maka memang kebenaran berasal dari hukum Taurat. Tetapi Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya oleh karena iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya. Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan. Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman. Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun. Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus. Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.  (Galatia 3:17-29).
      Uraian berbelit-belit  Paulus dalam surat kirimannya tersebut  bertentangan dengan ucapan Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. (Yesus Kristus) sendiri mengenai  tujuan pengutusan beliau di kalangan Bani Israil, yaitu untuk menggenapi, bukan untuk menghilangkan hukum Taurat:
Yesus dan hukum Taurat
"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.  Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.   Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar  dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” (Matius 5:17-20).
       Salah satu makna  “menggenapi”  ucapan  Yesus Kristus mengenai  pengutusan beliau di kalangan Bani Israil:
"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.  Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.   (Matius 5:17-20).
      Maksud  menggenapi tersebut   adalah  menyeimbangkan misi  hukum Taurat yang  lebih menekankan kepada “hukum pembalasan” -- agar jiwa ksatria Bani Israil yang hilang  akibat mengalami penindasan di Mesir selama 400 tahun di bawa pemerintahan para Fir’aun    kembali bangkit.
      Bahkan akibat  dari penekanan masalah “pembalasan”  dalam hukum Taurat  telah menjadikan  Bani Israil   berubah menjadi bangsa yang kejam dan haus darah,   bahkan di kalangan  mereka sendiri sehingga  mereka menjadi umat yang terpecah-belah dan saling memerangi, sebagaimana  kecaman Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. berikut ini:
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh. dan berkata: Jika kami hidup di zaman nenek moyang kita, tentulah kami tidak ikut dengan mereka dalam pembunuhan nabi-nabi itu. Tetapi dengan demikian kamu bersaksi terhadap diri kamu sendiri, bahwa kamu adalah keturunan pembunuh nabi-nabi itu. Jadi, penuhilah juga takaran nenek moyangmu! Hai kamu ular-ular, hai kamu keturunan ular beludak! Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka? Sebab itu, lihatlah, Aku mengutus kepadamu nabi-nabi, orang-orang bijaksana dan ahli-ahli Taurat: separuh di antara mereka akan kamu bunuh dan kamu salibkan, yang lain akan kamu sesah di rumah-rumah ibadatmu dan kamu aniaya dari kota ke kota, supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, orang benar itu, sampai kepada Zakharia anak Berekhya, yang kamu bunuh di antara tempat kudus dan mezbah. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semuanya ini akan ditanggung angkatan ini!" (Matius 23:30-36).
Selanjutnya  Allah Swt. melalui lidah beliau    bernubuat:
Keluhan terhadap Yerusalem
"Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu!   Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya,  tetapi kamu tidak mau. Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi.    Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga   kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! "  (Matius 23:37-39).

Menyeimbangkan Hukum Pembalasan Taurat &  Penolakan Nabi Isa Ibnu Maryam s.s. Terhadap Para Penyembah Beliau

     Jadi, misi pengutusan Nabi Isa Ibnu Maryam a.s.   -- dalam ajaran Injil  yang menekankan ajaran pemaafan  --  adalah untuk menyeimbangkan ajaran Taurat:     
Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah  terhadap saudaranya harus dihukum;  siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama   dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka  yang menyala-nyala. Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas. (Matius 5:21-26).
      Kemudian Yesus  menjelaskan lagi mengenai penekanan masalah pemaafan tersebut:
Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat  kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu. (Matius 5:27-42).
    Lebih jauh Yesus Kristus menjelaskan mengenai  orang-orang yang  ditolak pengakuannya oleh beliau:
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: “Tuhan, Tuhan!”   akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga,  melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku  yang di sorga.  Pada hari terakhir   banyak orang akan berseru kepada-Ku: “Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat   demi nama-Mu juga?” Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Matius 7:21-23).

Kemampuan Luar Biasa Mesias-Mesias Palsu

     Hardikan Yesus terhadap mereka tersebut erat hubungannya  sabda beliau berikut  ini mengenai kemampuan luar-biasa  para  Mesias palsu yang mampu  menyesatkan bahkan “orang-orang pilihan” juga:
Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat,  sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga. (Matius 24:23-24).
Penjelasan Yesus Kristus tersebut selengkapnya:
Siksaan yang berat dan Mesias-Mesias palsu
"Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji    berdiri di tempat kudus,   menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel  -- para pembaca hendaklah memperhatikannya -- maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.   Orang yang sedang di peranginan di atas rumah   janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya,   dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya.   Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi  pada masa itu  Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat.   Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.    Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan  waktu itu akan dipersingkat.   Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya.   Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga. Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu. Jadi, apabila orang berkata kepadamu: Lihat, Ia ada di padang gurun, janganlah kamu pergi ke situ; atau: Lihat, Ia ada di dalam bilik, janganlah kamu percaya.   Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan  Anak Manusia.     Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun. " (Matius 24:15-28).        
      
(Bersambung)

Rujukan: The Holy Quran
Editor: Malik Ghulam Farid
oo0oo


Pajajaran Anyar, 18 Agustus    2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar