Bismillaahirrahmaanirrahiim
HAKIKAT DOA
Bab
29
JANJI ALLAH SWT. KEPADA NABI IBRAHIM A.S. DAN KETURUNANNYA
YANG BERTAKWA & MISI AJARAN PEMAAFAN NABI ISA IBNU MARYAM
A.S. MENGGENAPI HUKUM PEMBALASAN DALAM TAURAT
Oleh
Ki Langlang Buana
Kusuma
|
D
|
alam akhir Bab 28 telah dijelaskan “ajaran” Paulus yang kemudian menggantikan ajaran Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. dan mengenai peristiwa peringatan penghancuran kedua
kali Bait Allah di Yerusalem oleh Titus.
Dengan demikian jelaslah bahwa
merebaknya ajaran Paulus -- yang disebut ajaran Kristen -- sama sekali tidak ada kaitannya dengan pemenuhan
janji Allah Swt. kepada Nabi Ibrahim a.s. dan seluruh keturunannya -- baik dari
kalangan Bani Israil mau pun dari
kalangan Bani Isma’il --
melainkan hubungannya dengan peringatan
Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. (Yesus Kristus) berkenaan kemunculan para Mesias palsu, sebagaimana keterangan berikut ini:
Bait Allah
akan diruntuhkan
Sesudah itu Yesus
keluar dari Bait Allah, lalu pergi.
Maka datanglah murid-murid-Nya dan menunjuk kepada bangunan-bangunan Bait Allah. Ia berkata kepada mereka: "Kamu melihat semuanya itu? Aku berkata
kepadamu, sesungguhnya tidak satu
batupun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain;
semuanya akan diruntuhkan."
Permulaan penderitaan
Ketika Yesus
duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya
kepada-Nya untuk bercakap-cakap
sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda
kesudahan dunia?" Jawab Yesus
kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku
dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.
Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru. Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu
akan dibunuh dan akan
dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku, dan banyak orang akan murtad dan mereka
akan saling menyerahkan dan saling
membenci. Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan
banyak orang. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan , maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.
Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. Dan Injil Kerajaan ini akan
diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa,
sesudah itu barulah tiba kesudahannya" (Matius 24:1-14).
Kemunculan Mesias-Mesias
Palsu
Betapa jelaslah peringatan Yesus Kristus (Nabi Isa Ibnu Maryam a.s.) kepada para pengikutnya mengenai akan maraknya kemunculan Mesias-Mesias
palsu yang akan menyelewengkan ajaran beliau dan menyelewengkan “peristiwa
penyaliban” yang beliau alami dan
merupakan “makar tandingan” Allah Swt. yang menggelincirkan orang-orang yang berhati
bengkok:
Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda
kesudahan dunia?" Jawab Yesus
kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku
dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang. (Matius
24:3-5).
Lebih
jauh Injil Matius menjelaskan
mengenai peristiwa penghancuran tempat
ibadah di Yerusalem yang kedua kali
oleh Titus dari kerajaan Romawi dan mengenai merebaknya
kedatangan Mesias-Mesias palsu:
Siksaan yang
berat dan Mesias-Mesias palsu
"Jadi apabila kamu melihat Pembinasa
keji berdiri di tempat
kudus, menurut firman
yang disampaikan oleh nabi Daniel -- para
pembaca hendaklah memperhatikannya-- maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.
Orang yang sedang di peranginan di atas rumah
janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya, dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil
pakaiannya. Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu. Berdoalah, supaya waktu kamu
melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat. Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum
pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi
lagi. Dan sekiranya waktunya tidak
dipersingkat, maka dari segala yang
hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat. Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini,
atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. Sebab Mesias-mesias palsu
dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang
dahsyat dan mujizat-mujizat,
sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.
Camkanlah, Aku sudah mengatakannya
terlebih dahulu kepadamu. Jadi, apabila orang berkata kepadamu: Lihat, Ia ada di padang
gurun, janganlah kamu pergi ke situ;
atau: Lihat, Ia ada di dalam bilik, janganlah
kamu percaya. Sebab sama seperti kilat
memancar dari sebelah timur dan melontarkan
cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak
Manusia. Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun. "
(Matius
24:15-28).
Peringatan
Untuk Umat Islam
Mengenai
dua kali penghancuran kota
Yerusalem akibat kutukan Nabi Daud a.s. dan Nabi Isa Ibnu
Maryam a.s. tersebut Allah Swt.
berfirman:
وَ قَضَیۡنَاۤ اِلٰی بَنِیۡۤ اِسۡرَآءِیۡلَ فِی الۡکِتٰبِ
لَتُفۡسِدُنَّ فِی الۡاَرۡضِ
مَرَّتَیۡنِ وَ
لَتَعۡلُنَّ عُلُوًّا کَبِیۡرًا ﴿﴾ فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ اُوۡلٰىہُمَا
بَعَثۡنَا عَلَیۡکُمۡ
عِبَادًا لَّنَاۤ اُولِیۡ بَاۡسٍ
شَدِیۡدٍ فَجَاسُوۡا
خِلٰلَ الدِّیَارِ ؕ وَ کَانَ وَعۡدًا مَّفۡعُوۡلًا ﴿﴾ ثُمَّ رَدَدۡنَا
لَکُمُ الۡکَرَّۃَ عَلَیۡہِمۡ وَ اَمۡدَدۡنٰکُمۡ بِاَمۡوَالٍ وَّ بَنِیۡنَ وَ جَعَلۡنٰکُمۡ اَکۡثَرَ نَفِیۡرًا ﴿﴾ اِنۡ اَحۡسَنۡتُمۡ اَحۡسَنۡتُمۡ لِاَنۡفُسِکُمۡ ۟ وَ اِنۡ اَسَاۡتُمۡ فَلَہَا ؕ فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ الۡاٰخِرَۃِ لِیَسُوۡٓءٗا وُجُوۡہَکُمۡ وَ لِیَدۡخُلُوا الۡمَسۡجِدَ کَمَا دَخَلُوۡہُ اَوَّلَ مَرَّۃٍ وَّ لِیُتَبِّرُوۡا
مَا عَلَوۡا تَتۡبِیۡرًا ﴿﴾ عَسٰی رَبُّکُمۡ اَنۡ یَّرۡحَمَکُمۡ ۚ وَ اِنۡ عُدۡتُّمۡ عُدۡنَا ۘ وَ جَعَلۡنَا جَہَنَّمَ لِلۡکٰفِرِیۡنَ
حَصِیۡرًا ﴿﴾
Dan telah
Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu: “Niscaya kamu akan melakukan kerusakan di muka bumi
ini dua kali, dan niscaya kamu akan menyombongkan diri dengan
kesombongan yang sangat besar.” فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ اُوۡلٰىہُمَا بَعَثۡنَا عَلَیۡکُمۡ عِبَادًا
لَّنَاۤ اُولِیۡ بَاۡسٍ
شَدِیۡدٍ فَجَاسُوۡا خِلٰلَ الدِّیَارِ ؕ وَ کَانَ وَعۡدًا مَّفۡعُوۡلًا -- Apabila
datang saat sempurnanya janji yang pertama dari kedua janji itu, Kami
membangkitkan untuk menghadapimu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan
tempur yang dahsyat, dan mereka
menerobos jauh ke dalam rumah-rumah, dan itu merupakan suatu janji yang pasti terlaksana. ثُمَّ رَدَدۡنَا لَکُمُ الۡکَرَّۃَ عَلَیۡہِمۡ وَ اَمۡدَدۡنٰکُمۡ بِاَمۡوَالٍ وَّ بَنِیۡنَ وَ جَعَلۡنٰکُمۡ
اَکۡثَرَ
نَفِیۡرًا -- Kemudian Kami mengembalikan lagi kepada kamu kekuatan untuk melawan mereka,
dan Kami membantu kamu dengan harta dan
anak-anak, dan Kami menjadikan kelompok kamu lebih besar dari sebelumnya. اِنۡ اَحۡسَنۡتُمۡ اَحۡسَنۡتُمۡ لِاَنۡفُسِکُمۡ --
Jika kamu berbuat ihsan,
kamu berbuat ihsan bagi dirimu sendiri, dan jika kamu berbuat buruk maka itu
untuk dirimu sendiri. فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ الۡاٰخِرَۃِ لِیَسُوۡٓءٗا وُجُوۡہَکُمۡ وَ لِیَدۡخُلُوا الۡمَسۡجِدَ -- Lalu bila
datang saat sempurnanya janji
yang kedua itu Kami membangkitkan lagi hamba-hamba Kami yang lain supaya mereka mendatangkan kesusahan kepada
pemimpin-pemimpin kamu وَ لِیَدۡخُلُوا الۡمَسۡجِدَ کَمَا دَخَلُوۡہُ اَوَّلَ مَرَّۃٍ
وَّ لِیُتَبِّرُوۡا مَا عَلَوۡا تَتۡبِیۡرًا -- dan supaya mereka memasuki
masjid seperti pernah mereka
memasukinya pada kali pertama, dan supaya
mereka menghancurluluhkan segala yang telah mereka kuasai. عَسٰی رَبُّکُمۡ اَنۡ
یَّرۡحَمَکُمۡ ۚ وَ اِنۡ
عُدۡتُّمۡ عُدۡنَا ۘ وَ جَعَلۡنَا جَہَنَّمَ
لِلۡکٰفِرِیۡنَ
حَصِیۡرًا -- Boleh
jadi kini Rabb (Tuhan) kamu
akan menaruh kasihan kepadamu, tetapi jika
kamu kembali kepada perbu-atan buruk, Kami pun akan kembali menimpakan hukuman وَ اِنۡ
عُدۡتُّمۡ عُدۡنَا ۘ وَ جَعَلۡنَا جَہَنَّمَ
لِلۡکٰفِرِیۡنَ
حَصِیۡرًا -- dan
ingatlah, Kami telah jadikan Jahannam penjara bagi orang-orang kafir (Bani
Israil [17]:5-9).
Pemuatan peristiwa dua kali penghancuran Yerusalem tersebut dalam Al-Quran adalah sebagai
peringatan dan nubuatan untuk umat Islam (Bani Isma’il) yang merupakan “saudara Bani Israil,” namun sayang dalam kenyataannya umat Islam tidak mengambil pelajaran
dari dua kali hukuman Allah Swt. yang menimpa Bani Israil tersebut, sehingga umat Islam pun harus mengalami kenyataan pahit yang sama dengan Bani Israil.
Umat
Islam tidak memperoleh faedah dari peringatan yang tepat pada waktunya
itu, serta tidak meninggalkan cara-cara
yang buruk mereka
-- dalam masa kemuncuran selama 1000 tahun setelah mereka mengalami masa kejayaan yang pertama selama 3 abad (QS.32:6) -- karena
itu telah dihukum Allah Swt. dua kali.
Hukuman menimpa mereka ketika kota Baghdad
jatuh pada tahun 1258 M. Pasukan-pasukan Hulaku Khan -- yang adalah cucu Jenghis Khan pemimpin besar bangsa Mongol dan Tartar -- yang
biadab itu sama sekali memusnahkan pusat ilmu pengetahuan dan kekuasaan umat Islam
yang agung itu, dan konon kabarnya 1.800.000 orang Islam telah terbunuh
pada ketika itu.
Tetapi dari malapetaka yang mengerikan itu akhirnya Islam keluar sebagai
pemenang, dan mereka yang menaklukkan
menjadi yang ditaklukkan. Cucu Hulaku
Khan bersama-sama sejumlah besar orang Moghul
dan Tartar memeluk agama Islam. Ada pun hukuman
Allah Swt. yang kedua telah ditakdirkan menimpa
umat Islam di Akhir Zaman ini melalui
merajalelanya bangsa-bangsa Kristen
dari barat yang disebut Ya’juj (Gog)
dan Ma’juj (Magog – QS.18:95-102;
QS.21:96-98).
Pemenuhan Janji Allah Swt.
kepada Nabi Ibrahim a.s. & Menolak Pernyataan Paulus
Mengenai Pembatalan Janji Allah Swt.
dengan Nabi Ibrahim a.s.
Dengan demikian jelaslah bahwa dua kali
pengusiran Bani Israil dari “negeri
yang dijanjikan” (Kanaan/Palestina) tersebut sangat erat hubungannya dengan pemenuhan janji Allah Swt. kepada Nabi Ibrahim a.s. mengenai pengangkatan beliau sebagai imam bagi manusia, dan juga mengenai keturunan Nabi Ibrahim a.s. yang durhaka dimana janji Allah Swt. kepada Nabi Ibrahim
a.s. tidak berlaku bagi mereka, firman-Nya:
وَ اِذِ ابۡتَلٰۤی اِبۡرٰہٖمَ رَبُّہٗ بِکَلِمٰتٍ فَاَتَمَّہُنَّ ؕ قَالَ اِنِّیۡ
جَاعِلُکَ لِلنَّاسِ اِمَامًا ؕ قَالَ وَ مِنۡ ذُرِّیَّتِیۡ ؕ قَالَ لَا یَنَالُ عَہۡدِی
الظّٰلِمِیۡنَ﴿﴾
Dan ingatlah
ketika Ibrahim diuji oleh Rabb-nya (Tuhan-nya) dengan beberapa perintah maka dilaksanakannya
sepenuhnya. Dia berfirman: “Sesungguhnya
Aku akan menjadikan engkau imam bagi manusia.” قَالَ وَ مِنۡ
ذُرِّیَّتِیۡ -- Ia, Ibrahim, berkata: “Dan jadikanlah juga imam dari
keturunanku.” قَالَ لَا
یَنَالُ عَہۡدِی الظّٰلِمِیۡنَ -- Dia berfirman: “Janji-Ku tidak mencapai yakni tidak
berlaku bagi orang-orang zalim.” (Al-Baqarah [2]:125).
Jawaban Allah Swt. terhadap permintaan Nabi Ibrahim a.s. dalam ayat:
قَالَ
وَ مِنۡ ذُرِّیَّتِیۡ -- “Ia, Ibrahim, berkata: “Dan jadikanlah juga imam dari
keturunanku.” قَالَ لَا یَنَالُ
عَہۡدِی الظّٰلِمِیۡنَ -- Dia berfirman: “Janji-Ku tidak mencapai yakni tidak
berlaku bagi orang-orang zalim.”
Dengan kalimat lain jawaban Allah Swt. adalah: “Ya, janji-Ku
kepada engkau Ibrahim, berlaku juga
bagi keturunan engkau yang bertakwa, sedang bagi keturunan engkau yang tidak bertakwa
janji-Ku tidak berlaku.”
Kenyataan tersebut menolak pernyataan
Paulus dalam surat-surat kirimannya
mengenai “janji khusus untuk Yesus
Kristus” antara lain dalam Galatia 3:15-29 Paulus menulis:
Hukum Taurat atau janji
Saudara-saudara,
baiklah kupergunakan suatu contoh dari hidup sehari-hari. Suatu wasiat yang telah disahkan,
sekalipun ia dari manusia, tidak dapat dibatalkan atau ditambahi
oleh seorangpun. Adapun kepada Abraham
diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan
"kepada keturunan-keturunannya" seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu
orang: "dan kepada keturunanmu",
yaitu Kristus. Maksudku ialah: Janji
yang sebelumnya telah disahkan Allah, tidak dapat dibatalkan oleh hukum Taurat,
yang baru terbit empat ratus tiga puluh tahun kemudian, sehingga janji itu hilang kekuatannya. Sebab, jikalau apa yang ditentukan Allah
berasal dari hukum Taurat, ia tidak berasal dari janji; tetapi justru oleh janjilah Allah telah
menganugerahkan kasih karunia-Nya kepada Abraham. Kalau demikian, apakah maksudnya hukum Taurat? Ia ditambahkan oleh karena
pelanggaran-pelanggaran -- sampai datang
keturunan yang dimaksud oleh janji itu -- dan ia disampaikan dengan perantaraan malaikat-malaikat ke dalam tangan
seorang pengantara. Seorang
pengantara bukan hanya mewakili satu
orang saja, sedangkan Allah
adalah satu. Kalau demikian, bertentangankah hukum Taurat dengan janji-janji Allah? Sekali-kali tidak. Sebab andaikata hukum Taurat diberikan sebagai sesuatu yang dapat menghidupkan,
maka memang kebenaran berasal dari hukum
Taurat. Tetapi Kitab Suci telah
mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya oleh karena iman dalam Yesus Kristus janji
itu diberikan kepada mereka yang percaya. Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat,
dan dikurung sampai iman itu telah
dinyatakan. Jadi hukum Taurat adalah
penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman. Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun. Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena
iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu
semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini
tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang
merdeka, tidak ada laki-laki
atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus
Yesus. Dan jikalau kamu adalah milik
Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima
janji Allah. (Galatia 3:15-29).
Penjelasan Nabi Isa Ibnu Maryam a.s.
MengenaI Misi Kerasulan Beliau di
Lingkungan Bani Israil
(2)
Selanjutnya Paulus menulis mengenai posisi
sementara hukum Taurat dan posisi abadi keimanan
kepada kematian terkutuk Yesus
Kristus di tiang salib:
Maksudku ialah: Janji yang sebelumnya telah disahkan Allah,
tidak dapat dibatalkan oleh hukum Taurat, yang baru terbit empat ratus tiga
puluh tahun kemudian, sehingga janji
itu hilang kekuatannya. Sebab,
jikalau apa yang ditentukan Allah berasal dari hukum Taurat, ia tidak berasal
dari janji; tetapi justru oleh
janjilah Allah telah menganugerahkan kasih karunia-Nya kepada Abraham.
Kalau demikian, apakah maksudnya hukum
Taurat? Ia ditambahkan oleh karena
pelanggaran-pelanggaran -- sampai datang
keturunan yang dimaksud oleh janji itu -- dan ia disampaikan dengan perantaraan malaikat-malaikat ke dalam tangan
seorang pengantara. Seorang
pengantara bukan hanya mewakili satu
orang saja, sedangkan Allah
adalah satu. Kalau demikian, bertentangankah hukum Taurat dengan janji-janji Allah? Sekali-kali tidak. Sebab andaikata hukum Taurat diberikan sebagai sesuatu yang dapat menghidupkan,
maka memang kebenaran berasal dari hukum
Taurat. Tetapi Kitab Suci telah
mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya oleh karena iman dalam Yesus Kristus janji
itu diberikan kepada mereka yang percaya. Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat,
dan dikurung sampai iman itu telah
dinyatakan. Jadi hukum Taurat adalah
penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman. Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun. Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena
iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu
semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini
tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang
merdeka, tidak ada laki-laki
atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus
Yesus. Dan jikalau kamu adalah milik
Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima
janji Allah. (Galatia 3:17-29).
Uraian berbelit-belit
Paulus dalam surat kirimannya
tersebut bertentangan dengan ucapan
Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. (Yesus Kristus) sendiri mengenai tujuan
pengutusan beliau di kalangan Bani
Israil, yaitu untuk menggenapi,
bukan untuk menghilangkan hukum Taurat:
Yesus dan
hukum Taurat
"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau
kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan
bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat,
sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah
hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya
demikian kepada orang lain, ia akan menduduki
tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala
perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam
Kerajaan Sorga. Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli
Taurat dan orang-orang Farisi,
sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke
dalam Kerajaan Sorga.” (Matius 5:17-20).
Salah satu makna “menggenapi”
ucapan
Yesus Kristus mengenai pengutusan beliau di kalangan Bani Israil:
"Janganlah
kamu menyangka, bahwa Aku datang
untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab
para nabi. Aku datang bukan untuk
meniadakannya, melainkan untuk
menggenapinya. Karena Aku
berkata kepadamu: Sesungguhnya selama
belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan
ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya
terjadi. (Matius 5:17-20).
Maksud menggenapi
tersebut adalah menyeimbangkan
misi hukum Taurat yang lebih menekankan kepada “hukum pembalasan” -- agar jiwa
ksatria Bani Israil yang
hilang akibat mengalami penindasan di Mesir selama 400 tahun di
bawa pemerintahan para Fir’aun kembali bangkit.
Bahkan akibat dari penekanan
masalah “pembalasan” dalam hukum
Taurat telah menjadikan Bani
Israil berubah menjadi bangsa yang kejam dan haus darah, bahkan di kalangan mereka sendiri sehingga mereka menjadi umat yang terpecah-belah dan saling
memerangi, sebagaimana kecaman Nabi
Isa Ibnu Maryam a.s. berikut ini:
Celakalah
kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh. dan
berkata: Jika kami hidup di zaman nenek
moyang kita, tentulah kami tidak ikut dengan mereka dalam pembunuhan nabi-nabi
itu. Tetapi dengan demikian kamu bersaksi terhadap diri kamu sendiri,
bahwa kamu adalah keturunan pembunuh
nabi-nabi itu. Jadi, penuhilah juga
takaran nenek moyangmu! Hai kamu ular-ular,
hai kamu keturunan ular beludak! Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan
diri dari hukuman neraka? Sebab itu, lihatlah, Aku mengutus kepadamu nabi-nabi, orang-orang bijaksana dan ahli-ahli
Taurat: separuh di antara mereka
akan kamu bunuh dan kamu salibkan,
yang lain akan kamu sesah di rumah-rumah
ibadatmu dan kamu aniaya dari kota
ke kota, supaya kamu menanggung
akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, orang
benar itu, sampai kepada Zakharia anak
Berekhya, yang kamu bunuh di antara
tempat kudus dan mezbah. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semuanya ini akan ditanggung angkatan ini!" (Matius
23:30-36).
Selanjutnya Allah Swt. melalui lidah beliau bernubuat:
Keluhan
terhadap Yerusalem
"Yerusalem, Yerusalem,
engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang
diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah
sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Lihatlah
rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi
sunyi. Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku
lagi, hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! "
(Matius 23:37-39).
Menyeimbangkan
Hukum Pembalasan Taurat & Penolakan Nabi Isa Ibnu Maryam s.s. Terhadap Para Penyembah Beliau
Jadi, misi pengutusan Nabi Isa Ibnu
Maryam a.s. -- dalam ajaran
Injil yang menekankan ajaran pemaafan
-- adalah untuk menyeimbangkan ajaran Taurat:
Kamu telah
mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa
yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap
orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum;
siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke
Mahkamah Agama dan siapa
yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang
menyala-nyala. Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam
hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu,
lalu kembali untuk mempersembahkan
persembahanmu itu. Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia
di tengah jalan, supaya lawanmu itu
jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya
engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas. (Matius 5:21-26).
Kemudian Yesus menjelaskan lagi
mengenai penekanan masalah pemaafan tersebut:
Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi
ganti gigi. Tetapi
Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat
jahat kepadamu, melainkan
siapapun yang menampar pipi kananmu,
berilah juga kepadanya pipi kirimu.
Dan kepada orang yang hendak
mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan
sejauh satu mil, berjalanlah bersama
dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu. (Matius
5:27-42).
Lebih jauh Yesus Kristus menjelaskan mengenai
orang-orang yang ditolak pengakuannya oleh beliau:
Bukan setiap
orang yang berseru kepada-Ku: “Tuhan, Tuhan!” akan masuk
ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan
dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir
banyak orang akan berseru
kepada-Ku: “Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?” Pada waktu itulah Aku akan
berterus terang kepada mereka dan berkata: “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu
sekalian pembuat kejahatan!" (Matius 7:21-23).
Kemampuan
Luar Biasa Mesias-Mesias Palsu
Hardikan
Yesus terhadap mereka tersebut erat hubungannya sabda beliau berikut ini mengenai kemampuan luar-biasa
para Mesias palsu yang mampu menyesatkan bahkan “orang-orang pilihan”
juga:
Pada waktu itu
jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias
ada di sana, jangan kamu percaya.
Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang
dahsyat dan mujizat-mujizat,
sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga. (Matius
24:23-24).
Penjelasan Yesus Kristus tersebut selengkapnya:
Siksaan yang
berat dan Mesias-Mesias palsu
"Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di
tempat kudus, menurut firman
yang disampaikan oleh nabi Daniel -- para
pembaca hendaklah memperhatikannya -- maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.
Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah
ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya, dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil
pakaiannya. Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu Berdoalah, supaya waktu kamu
melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat. Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum
pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi
lagi. Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat. Pada waktu itu jika orang berkata
kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi
palsu akan muncul dan mereka akan
mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga
sekiranya mungkin, mereka menyesatkan
orang-orang pilihan juga. Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu
kepadamu. Jadi, apabila orang berkata kepadamu: Lihat, Ia ada di padang
gurun, janganlah kamu pergi ke situ;
atau: Lihat, Ia ada di dalam bilik, janganlah
kamu percaya. Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan
cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak
Manusia. Di mana ada bangkai, di situ burung
nazar berkerumun. " (Matius 24:15-28).
(Bersambung)
Rujukan: The
Holy Quran
Editor: Malik Ghulam Farid
oo0oo
Pajajaran
Anyar, 18 Agustus 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar